Mesin Cuci,  Tips

Tips Merawat Mesin Cuci Supaya Awet dan Tidak Mudah Berbau

Mesin cuci merupakan salah satu barang wajib yang dibutuhkan hampir di setiap rumah. Mesin cuci dapat membantu para ibu agar tidak membuang banyak waktu dan tenaga mencuci manual sehingga ibu bisa melakukan pekerjaan lainnya. Sayangnya, mesin cuci hari ini masih cukup mahal untuk dimiliki. Oleh karena itu, ketika anda memiliki mesin cuci tentunya, sebaiknya Anda tidak menggunakannya asal-asalan agar tetap awet dalam waktu lama. Ada beberapa cara merawat mesin cuci yang harus anda patuhi agar mesin cuci awet. Berikut tipsnya.

Tips untuk Anda Merawat Mesin Cuci Agar Awet

1. Meletakkan mesin cuci di tempat yang aman

Meski mesin cuci sudah didesain khusus agar tahan terhadap air atau kondisi tertentu, namun sebaiknya tempatkan mesin cuci di tempat yang kering serta tidak tergenang air. Hal ini dikhawatirkan dapat merusak mesin karena terus-menerus terkena air. Selain jauh dari air dan tempat yang lembab, sebaiknya letakkan mesin cuci di tempat yang rata dan datar. Pilih juga tempat yang tidak miring karena semua perangkat mesin cuci telah dirancang untuk bekerja di tempat yang rata.

2. Gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas yang disediakan

Mesin cuci memiliki kapasitasnya masing-masing yang berbeda, seperti 5 kg, 6 kg, 7 kg sampai kapasitas 17 kg. Kapasitas ini merupakan besaran yang dapat ditampung oleh sebuah mesin cuci. Jangan memasukkan cucian hingga tampungan menjadi penuh apalagi sampai mesin tidak mampu berputar.

Secara ideal, sebaiknya disisakan tempat sebesar kepalan tangan yang diukur dari permukaan tabung. Meski begitu, bukan berarti menyisakan ruang lebih banyak ketimbang kapasitas minimal yang diizinkan itu diperbolehkan. Hal ini dikarenakan ketika ruang tersisa lebih banyak dapat menyebabkan mesin tidak stabil akibat timbul suara keras oleh cucian yang bertumbukan satu sama lain. Apabila jumlah cucian terlalu banyak, maka sebaiknya anda membagi jumlah cucian hingga sekali mencuci hanya memakan setengah ukuran tabung saja.

3. Cucian yang telah selesai segera dikeluarkan

Ketika proses pencucian telah selesai, maka sebaiknya anda segera mengambil pakaian tersebut dan mengeluarkan dari mesin cuci. Jangan membiarkan cucian di dalam mesin terlalu lama karena dapat menyebabkan aroma tak sedap timbul di dalam mesin. Aroma tak sedap ini jika dibiarkan dapat menular ke pakaian sehingga berbau apek.

4. Mencuci mesin secara rutin

Tips merawat mesin cuci berikutnya adalah dengan mencuci mesin secara berkala agar mesin tidak berbau lembab serta berjamur. Cara untuk mencuci mesin ini cukup mudah karena serupa dengan cara mencuci baju. Anda hanya cukup mengisi tabung mesin cuci hingga setengah tabung lalu tambahkan deterjen mesin cuci. Deterjen mesin cuci yang ditambahkan cukup satu sendok takar ataupun setengahnya saja. Lalu operasikan mesin cuci agar berputar selama lima sampai sepuluh menit saja. Setelah selesai memutar, buanglah air bekas cucian tersebut. Selanjutnya tabung dibersihkan dengan menyiramnya dengan air bersih.

Ketika sudah terdapat noda pada bagian luar mesin cuci, segera lap eksterior mesin cuci menggunakan lap basah untuk menghilangkan noda tidak kering. Namun, jika noda sudah mengering dan sulit dihilangkan dengan lap saja, maka gunakan penggosok seperti sikat untuk menghilangkan noda kering. Jika noda telah menghilang, keringkan bagian mesin cuci dengan lap kering agar karat tidak timbul.

5. Pemilihan deterjen

Pemilihan deterjen juga mempengaruhi intensitas pencucian mesin cuci. Deterjen bubuk lebih cepat menimbulkan residu akibat bubuk menggumpal ketika digunakan. Oleh karena itu sebaiknya anda memilih deterjen cair yang dapat larut utuh di dalam cairan pencuci.

Selain jenis deterjen yang dipilih, anda juga sebaiknya tidak memberikan terlalu banyak deterjen ke dalam mesin cuci ketika mencuci. Para ibu sering memilih menggunakan deterjen terlalu banyak dengan anggapan bahwa cucian akan semakin bersih. Anggapan ini tidak benar. Gunakan deterjen secukupnya saja. Residu berlebih dari deterjen dapat merusak motor serta pipa dari mesin cuci.

6. Panel control sebaiknya dilindungi

Panel control pada bagian mesin cuci sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Terutama bagi anda yang sering meletakkan deterjen mesin cuci di bagian panel control ini. Jangan membiarkan deterjen atau barang apapun bertebaran pada bagian panel control yang vital ini. Ketika barang-barang banyak berserakan pada area vital ini dapat menyebabkan karat timbul hingga memicu kebakaran akibat konslet yang ditimbulkan oleh cairan yang berserakan di atasnya.

Sebaiknya, anda melapisi panel kontrol dengan plastik, kain atau apapun yang sekiranya dapat melindungi panel kontrol. Untuk area berlubang tempat masuknya air atau deterjen anda dapat melapisinya dengan handuk kecil supaya tidak meluber keluar.

7. Buka penutup mesin cuci

Jangan langsung menutup bagian penutup mesin cuci setelah selesai digunakan. Menutup bagian penutup mesin cuci dapat menyebabkan bau tak sedap timbul di mesin cuci. Akibatnya pakaian menjadi berbau tak sedap ketika dicuci di mesin cuci. Buka sedikit penutup setiap selesai digunakan. Anda juga bisa membersihkan mesin cuci ketika selesai digunakan.

Itu merupakan beberapa tips merawat mesin cuci yang bisa diterapkan agar mesin cuci awet. Namun, anda mungkin sering mengalami mesin cuci di rumah suka berbau. Apakah penyebabnya?

Alasan Mengapa Mesin Cuci Mudah Berbau dan Kotor

Terdapat beberapa faktor yang bisa membuat mesin cuci yang anda miliki berbau dan kotor ketika sudah digunakan beberapa lama. Salah satu faktor utama yang membuat mesin berbau dan mudah kotor adalah penggunaan air dingin saat mencuci. Ibu-ibu tentunya sering menggunakan air dingin ketika mencuci dibandingkan air hangat karena menggunakan air dingin dianggap lebih menghemat energi. Namun, ternyata menggunakan air dingin justru dapat membuat hasil cucian bermasalah dan menyebabkan mesin cuci mudah rusak. Hal ini juga disebabkan beberapa deterjen tidak dapat bekerja optimal pada suhu air pencucian yang rendah.

Selain tidak cocok untuk deterjen, namun serangga di tempat tidur atau disebut bedbugs juga tidak akan mati atau tidak hilang ketika anda mencuci sprei, bed cover maupun peralatan kasur lainnya dengan air dingin. Oleh karena itu peralatan seperti ini harus dicuci dengan air panas.

Ternyata mencuci dengan air panas juga bermanfaat tidak hanya mematikan bed bugs, namun juga berfungsi untuk merawat mesin cuci. Air panas bermanfaat melunturkan kotoran yang menumpuk pada saluran di mesin cuci. Kotoran yang menumpuk pada saluran dapat menyebabkan mesin cuci berbau dan berjamur. Akibat dari sumbatan kotoran ini, mesin cuci tidak bisa bekerja dengan baik.


Untuk merawat mesin cuci dari kotoran yang menyumbat, anda sebaiknya melakukan program air panas selama 1 hingga 2 kali. Jika bau tetap ada meski telah dilakukan siklus air panas, sebaiknya anda memberikan cuka putih ke dalam laci deterjen mesin cuci ketika melakukan siklus air panas. Kemudian operasikan mesin cuci tanpa cucian apapun.